Robert Wolter Monginsidi
Robert Wolter Monginsidi dilahirkan di Malalayang pada tanggal 14 Februari 1925. Karena keinginannya untuk mejadi seorang guru, dia masuk SPG (Sekolah Pendidikan Guru) pada waktu penjajahan Jepang dalam Perang Dunia Kedua. Setelah Jepang menyerah, penjajah Belanda datang kembali melalui NICA. Wolter Monginsidi kemudian menjadi pemimpin perlawanan di Makasar. Dia memimpin pemuda Makasar dalam serangan-serangan terhadap NICA. Pada tanggal 17 Juli 1946, Monginsidi membentuk Laskar Pemberontakan Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS), yang meneruskan serangan terhadap NICA. Penjajah Belanda berusaha untuk menyogok Monginsidi dengan uang dan kedudukan supaya dia mau menghentikan perlawanannya, tapi Monginsidi tidak pernah menerimanya. Akhirnya pada tanggal 5 September 1949, Robert Wolter Monginsidi ditangkap dan dihukum mati. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Makasar. Pesan terakhirnya adalah "Setia Sampai Akhir Hayat."

